Berminat? Saya rasa pasti Anda tertarik, betul? Bayangain aja, tidak perlu kerja keras, tidak perlu gelar sarjana, pokoknya ngomong selama 10 detik, bisa dapet uang 500 ribu.

Beginilah adanya komunitas kita di era sekarang. Ada pepatah banjar mengatakan “No such thing as free lunch” (atau istilah di Amerika, “Kededa nang ngarannya makan siang kadasah bebayar”).

Skenarionya seperti berikut:

A: Ndra, gue ada temen nih yang mau beli produk lo, komisi gue berapa?
Saya: (Buset, deal belon apa belon udah mikir komisi) Gampang. Emang keperluannya apa aja?
A: Ya lo tau lah, (disensor) gitu deh.
Saya: Ya udah ntar ketemuan aja kalo gitu, biar jelas.
A: Ketemu di (disensor) yah, gue tunggu sekarang
Saya: (Gile, gue pengangguran apa? Main suruh aja) Ok deh

Tiba ditempat “perjanjian”

A: Nih temen gue yang jual (disensor)
Saya: (Setelah kenalan basa basi ga jelas, untung belum basi beneran) Jadi gimana neh, keperluannya seperti apa?
B: Bla bla bla bla bla bla bla bla bla… bla bla

Yah, akhirnya saya sebagai pemilik perusahaan tentunya yang menjelaskan produk saya, tehnis, survey lapangan, dll. Sampai ketika si A bilang lagi “Jadi, komisi gue berapa? 10% gitu yah?”

Dugong! (kata saya dalam hati)

Di jaman sekarang, sudah ga ada lagi kah mental sahabat dan kekeluargaan? Apakah semua harus dinilai dengan uang? Anda tau teman Anda berbisnis A, dan kebetulan ada orang yang memerlukan jasa/produknya, apakah lalu Anda mengenalkan dengan mengharapkan komisi? Atau apakah Anda mengenalkan hanya karena Anda ingin membantu sahabat Anda? Kata-kata “Nih temen gue yang punya produknya” itu rupanya harganya cukup mahal. Kalo begini, berapa saya harus gaji marketing saya yang bakal menjual produk saya? Bisa bangkrut beh!

Yang mengejutkan, justru yang minta komisi biasanya rekan-rekan yang cukup berada, yang saya pikir mereka lebih mapan. Ternyata tidak juga yah. Justru orang-orang yang tidak saya sangka (bukan orang “penting”) menawarkan dan memberikan saya referensi pembeli secara gratis. Tidak ada maksud tersembunyi, hanya karena tau saya ada barang yang dicari orang tersebut.

Apakah ini menjadi salah satu bagian dari komunitas kita sekarang? Bahwa segala sesuatu dan jasa harus ada nilai nominalnya? Sebenarnya masih banyak contoh kasus yang membuktikan pepatah lama lainnya, yaitu “Teman dan sahabat sebaiknya tidak digabungkan dengan uang” (Don’t mix friends and business). Kedengarannya kejam? Mungkin. Tapi inilah kenyataannya. Anda mau teman dekat? Jangan pernah menjadikannya mitra bisnis. Dia mitra bisnis Anda yang terbaik? Mungkin Anda tidak bisa berteman akrab dengannya.

Bagaimana pendapat Anda? Adakah yang namanya “makan siang gratis” itu?