Konser Feby Febiola: Dugem ala Kristen
Personal, Blogs May 4th, 2008
Update: Isi sedikit di-edit untuk menuntaskan kesalahpahaman atas penggunaan kata dugem (yang notabena context nya negatif) yang saya gunakan untuk menggambarkan Beautiful Worship ini.
Di tiketnya tertulis “Feby Febiola: Beautiful Worship”, orang pasti berpikiran Konser Rohani bukan?
BOHONG!
Konser “Rohani” Feby Febiola cs pada kenyataannya adalah sangat jauh dari sebuah konser rohani. Lebih pantas dikatakan dugem ala Kristen daripada sebuah konser rohani.
Memang Beautiful Worship (atau BW) adalah sebuah konser rohani. Namun jangan salah, konser rohani yang satu ini sangat berbeda. Tidak membosankan, tidak menjemukan, namun lebih live, hidup, dan sangat mengasyikkan. Saya hampir tidak percaya bahwa yang saya hadiri adalah sebuah konser rohani.
Jam menunjukkan pukul 18.30 ketika saya tiba di Grand Palace bersama QQ. Begitu memasuki ruangan konser, ternyata sudah dipenuhi oleh guest lainnya (yang memang lebih rajin dan tepat waktu daripada kami.. hehehe). Tidak berapa lama, acara pun dimulai.
Dibuka oleh sebuah suguhan dance (bukan saudara-saudari, bukan dance banci ataupun dance sexy, melainkan dance “rohani”). Cukup memukau. Gerakan penuh energi, seakan-akan showing off keluwesan tubuh para dancer muda tersebut, bahkan ada beberapa somersault (meski sedikit lagi sepatu tersebut nempel di muka cakep si dancer). Not a bad start.
Acara kemudian dilanjutkan oleh beberapa penyanyi-penyanyi rohani lainnya. Terus terang saya tidak bisa menyebutkan semua karena memang saya tidak terlalu familiar dengan penyanyi-penyanyi ini. Yang cukup memalukan, ketika Feby Febiola muncul, saya tidak menyadari bahwa dia adalah THE Feby Febiola (well, saya duduk dari samping plus, karena belum kenal, saya pikir bakal berambut panjang seperti di tiket, ternyata pas keluar rambutnya keriting hihihi.. maaf ya Feb), sampai ketika QQ memberitahu saya bahwa itu ada SI Feby Febiola sendiri.
Kemudian tampilah Adon, ex anggota band Base Jam. Dengan suara yang khas, dia menyanyikan lagu rohani yang syahdu, sebelum berubah menjadi dentuman keras ala rock! Gilanya, didepan Adon tidak ada lagi istilahnya umat Kristen yang jaim. Semua berloncatan, menganggukan kepala, mengikuti dan mengiringi nada rock dan lantunan Adon, seakan sebuah konser rock pada umumnya. Hentakan, alunan dan teriakan Adon membahana, membuat para umat makin “hidup”! Ini bukanlah lagi seperti konser rohani yang biasa, namun lebih mirip seperti konser rock yang LIVE! Sangat mengaggumkan.
Belum puas Adon, berikutnya tampil Franky Sihombing, dengan lantunan gitar nya dan selera humornya.
Kita umat Kristen, sama kotornya satu sama lain, tidak ada yang paling bersih dihadapan-Nya. Jujur, kita ini (maaf) tai la yah.
Kita umat Kristen diumpamakan seperti burung Rajawali, yang gagah terbang di angkasa. Jangan sampai kita umat Kristen seperti ayam kampung. Pernah liat ayam kampung nyebrang got? Asli, gayanya kampung banget.
adalah beberapa quota dari Franky (tidak persis, namun kira-kira intinya seperti itu). Franky dengan dentingan gitarnya telah menghipnotis para penonton (baca: umat). Berbeda dengan Adon, Franky menimbulkan perasaan khusyuk dan bersyukur.
Malam itu, seperti saya bilang, tidak terasa seperti konser rohani (yang notabena, biasanya dianggap membosankan) sama sekali, bahkan saya merasa seperti sedang dugem ala Kristen menghadiri konser musik saja. Dan menurut saya konser serupa adalah sangat BAGUS!
Mengapa demikian? Anda harus berada di konser tersebut untuk merasakannya. Konser tersebut sangat “hidup”! Lantunan lagu-lagu rohani yang hit (apalagi pas Adon yang nyanyi.. BEHHHHHHHHHHHHHH), goyangan penari-penari latar, lampu yang gemerlap. Pantas kan kalo saya bilang dugem ala Kristen BW ini seperti konser musik lainnya? Coba pikirkan:
Musik keren? Ada (lagu-lagu rohani tentunya)
Enak buat dance? Sure! Liat saja dari para umat Kristen yang sibuk bergoyang.
Cewe cakep? Cowo keren? Ada banget!
Lama “konsernya”? Selayaknya jam terbang standar. 4 jam an lah.
Pokoknya mantap dah! Konser yang sangat mengesankan. Ga rugi saya datang, dapat duduk di VIP lagi (thanks suk Romi Teguh :P). Kalo ada konser serupa di masa yang akan datang, tanpa ragu akan saya hadiri.
God bless you all peeps!
To be continued…
Next: Kristen, penggembalaan dan domba-domba masa kini.
May 4th, 2008 at 11:28 pm
hi indra..salam kenal..ma kasih atas kehadirannya ya. memang konser beautiful worship sengaja kita selenggarakan agar bisa di nikmati oleh yang datang. jadi kalau kamu enjoy berarti tujuan memang tercapai. saya memang sengaja membuat konser BW agak berbeda. karena memang ini konser musik, bukan KKR, maka dari itu tidak ada khotbah. karena lagu lagu yang dibawakan sendiri sudah berisi pesan pesan. dan setiap penyanyi memang tampil dengan gayanya masing masing..ada yang ngerock, ada yang pop, ada yang pake gitar, ada yang slow. kenapa? itulah karakter mereka..dan setiap talenta yang kita miliki adalah anugerah dari Tuhan, dan kita gunakan untuk kemuliaan Tuhan. saya kurang setuju kalau dibilang dugem a la kristen..karena tujuannya orang dugem berbeda dengan tujuan orang datang ke konser BW…dan semua yang tampil pada malam itu adalah anak2 Tuhan yang tulus melayani dengan ciri khas masing-masing…sekian komentar saya..GBU
May 4th, 2008 at 11:44 pm
Dear Feby,
Terima kasih sudah mampir di blog saya. Btw, ini THE Feby Febiola? Kalau benar, saya merasa bangga Anda sudah baca blog saya.
Terus terang, bukan maksud saya menyamakan dugem yang negatif terhadap KKR Kristen ini. Persepsi masyarakat sebenarnya salah tentang dugem. Memang dugem terkenal dengan aura negatifnya. Padahal, dugem belum tentu negatif. Seperti saya, dulu saya di Australia, pergi dugem itu tujuannya untuk enjoy aja, dance to the music, dan keluar bareng teman”. Namun disini, dugem terkesan negatif sehingga orang yang dugem juga dicap jelek.
Tapi inilah yang saya mau utarakan tentang konser Beautiful Worship tersebut. Terus terang konser tersebut sangat menakjubkan, wow, dan sangat berkesan. Saya sangat terkesima dan terinspirasi. Maka dari itu saya sebut dugem ala Kristen. Bukan dalam arti yang negatif, namun lebih ke positif. Singkat kata, Konser Kristiani tidaklah membosankan! Umat berdecak kagum, kaki-kaki bergerak sesuai alunan musik dan bass. Saya sangat menikmati konser tersebut seperti layaknya ketika saya pergi clubbing waktu dulu di Australia.
Jadi, dengan ini saya meluruskan bahwa dugem yang saya maksud bukan dalam arti yang jelek. Maaf kalau gaya penulisan saya telah menyebabkan salah paham.
I’m looking forward to many more to come. God bless you.
May 5th, 2008 at 12:11 am
[…] comment pertama yang saya terima dari post saya tentang Konser Feby Febiola yang lalu. Entah ini dari Feby Febiola-nya (*terharu mode ON) atau dari pihak panitia yang […]
May 5th, 2008 at 5:50 pm
Di tiketnya tertulis “Feby Febiola: Beautiful Worship”, orang pasti berpikiran Konser Rohani bukan?
BOHONG!
Konser “Rohani” Feby Febiola cs pada kenyataannya adalah sangat jauh dari sebuah konser rohani. Lebih pantas dikatakan dugem ala Kristen daripada sebuah konser rohani.
…..kalau menurut indra dugem bisa positif, ya boleh juga..dugem juga bisa berarti bergaul, networking, denger musik, mencari inspirasi atau pengetahuan biar gak kuper..SETUJU! tetapi BW itu adalah sebuah konser musik rohani. bagaimanapun juga ini adalah masukan..mungkin tidak semua konser rohani harus kaku dan jaim…BW adalah konser rohani buat semua kalangan…terlihat dari pengunjung yang memang dari berbagai umur…terima kasih..keep on worship..GBU
May 5th, 2008 at 6:26 pm
Dear Feby,
kalimat pertama itu sebenarnya cara saya mengundang rasa ingin tahu pembaca, sehingga pembaca penasaran kenapa kok saya bilang dugem ala Kristen.
tapi tidak apa-apa, saya tidak bermaksud menyinggung. Seperti yang saya bilang, menurut saya konser Anda sangat bagus dan semoga bisa menjadi inspirasi bagi semua. Maka dari itu saya edit entry saya, semoga hal ini meluruskan kesalahpahaman yang ada.
Terima kasih
GBU
May 5th, 2008 at 6:38 pm
Btw, saya lupa mengucapkan terima kasih atas masukannya.
May 5th, 2008 at 8:09 pm
sama sama indra..
May 6th, 2008 at 12:01 am
Well, this is HOT! (honestly saying).
Mungkin maksud tulisan..
“Di tiketnya tertulis “Feby Febiola: Beautiful Worship”, orang pasti berpikiran Konser Rohani bukan?
BOHONG!
Konser “Rohani” Feby Febiola cs pada kenyataannya adalah sangat jauh dari sebuah konser rohani. Lebih pantas dikatakan dugem ala Kristen daripada sebuah konser rohani.”
..cuma mau mengungkapkan kalo konser rohani tersebut bener-bener BEDA dari konser rohani yang identik dengan suasana yang syahdu, lembut, khusuk, dan (maaf) ada juga yang bikin ngantuk.
Jadi, suasana dan lagu baru yang beda, yang mungkin baru pertama kali dirasakan oleh penulis, bikin dia teringat suasana dugem yang rame, penuh semangat dan WOW! gitu.
Bukan maksud penulis untuk mengatakan konser tersebut adalah acara dugem nya Kristen, it’s just hiperbolic.
Besides, is there any wrong ways of worshiping God?
Whatever you do, as long as that is for our Glorious God.. He’ll remember that.
P.S. sorry kalo ada yg salah omong.
this is only a comment from me (^^,)*
May 6th, 2008 at 12:16 am
well said
I mean no harm hehehe.. oh well, it’s settled anyway.
May 6th, 2008 at 1:43 pm
Rupanya Febi lebih focus di 4 kata “dugem” dari sekian ratus kata-kata yang intinya menggambarkan kekaguman indra pada hebatnya pengelolaan konser rohani di Bjm sekarang(karena indra baru balik dari perantauan).
Apapun itu…demikianlah sudut pandang masing-masing orang.
Kepala boleh sama bundar dan hitamnya…isinya boleh beda dong…Betul?
Sukses untuk Indra dan Febi….Tuhan jaga dan berkati selalu
May 9th, 2008 at 12:16 pm
Menarik membaca ulasan anda.
Tapi terkadang saya pribadi, berpikir, sebenernya konser2 seperti ini di tujukan untuk siapa? Tuhankan atau umat (manusia-red)?
Karna kalo saya perhatikan, makna dan tujuan dari konser itu sendiri sudah hilang. Yang tadinya mau menyenangkan hati Tuhan, tau2nya tujuannya jadi menyenangkan hati dan telinga manusia semata.
Yang ada kita manusia udah merebut kemuliaan yang seharusnya hanya diperuntukkan untuk DIA, Tuhan Yesus.
Mmmm, saya bukan anti konser-konser begitu sih. Saya juga pecinta musik rohani. Cuma, jangan sampe lah kita “mencuri” kemuliaan Allah.
Just my opinion..
Thanks..
May 9th, 2008 at 5:05 pm
Dear Gloria, opini Anda sangat masuk akal. Memang konser tsb dibikin menarik agar mengundang umat, sehingga umat benar-benar menghayati dalam memuji nama-Nya. Namun memang benar, ada garisan yang sangat tipis antara memuji untuk kemulian-Nya atau untuk menyenangkan hati dan telinga manusia semata. Terima kasih atas opininya, sering-sering mampir yah