Robert Ludlum’s Bourne Conspiracy: Review

Blogs, Gaming No Comments »

BourneRobert Ludlum’s Bourne Conspiracy. Setelah lama ditunggu, akhirnya Bourne telah direlease (Xbox 360, PS3). Memang dari sneak preview yang telah saya lihat selama ini, game ini tampak sangat menarik dengan ciri khas Bourne, fast and swift hand to hand combat. Fitur inilah yang paling ditonjolkan dalam preview-preview sebelumnya.

Beberapa hari yang lalu akhirnya saya mendapatkan game ini (baca: membeli. kalo dapat, apa kata dunia?), dan memang, ciri khas Bourne sangat jelas. Belum lama bermain kita akan disuguhkan dengan hand-to-hand combat ala Bourne, takedowns, dan reaction test. Yang dimaksud dengan reaction test yaitu event event yang mengharuskan kita menekan salah satu tombol dengan tepat dan cepat, ala Resident Evil 4.

Sayangnya, 30 menit permainan sudah cukup. Fitur hand to hand combat menjadi terlalu repetitive. Apalagi Bourne sendiri, meski piawai dalam hal hand-to-hand combat, hanya mengetahui beberapa basic combo. Dari dua jenis serangan (light dan heavy), kita hanya bisa mengkombinasi menjadi serangan 3 combo. Tentunya, dalam kurun waktu sebentar saja, akan terasa membosankan melihat gerakan Bourne yang itu itu saja.

Bourne screenshot

Takedown, meskipun menarik, juga bukan merupakan faktor “wah”. Setelah pemain mengisi bar Adrenaline, barulah pemain bisa menggunakan takedown ini terhadap lawan. Gerakan takedown lebih beragam, dari mengambil senjata lawan, melumpuhkan, sampai menggunakan lingkungan untuk menghajar lawan. Namun setelah berapa lama pun, takedown menjadi sebuah rutinitas yang membosankan.

Gun fights juga terkesan kurang realistis. Meskipun Bourne diberikan kemampuan untuk take cover ala Gears of War (sepertinya sudah sesuatu yang standard di game-game console next gen), anehnya Bourne tidak mampu memanjat sebuah kotak kayu setinggi lutut. Bourne dapat membawa 2 jenis senjata, handgun dan rifles (from shotguns, and then more), saya rasa akan lebih menarik apabila Bourne dibekali sebuah pisau ala army yang dapat digunakan dalam hand-to-hand combatnya.

Secara general, Bourne mungkin cukup bagus untuk mengisi waktu luang, namun untuk gamer serius (PS3ers!), mungkin sebaiknya test run dulu sebelum membeli game ini.

Batman Dark Knight, Ironman & GTA4

Personal, Gaming 9 Comments »

Beberapa hal yang sedang saya nantikan (Dial Up connection hati-hati, ada beberapa gambar, plus, hari gene masih pake dialup? please donk ah…)

More »

Call of Duty 4 is over, RS Vegas 2 Next!

Blogs, Gaming 4 Comments »

Call of Duty 4 ternyata memang sebagus yang dikabarkan. Meski awalnya tampak seperti game shooter pada umumnya, the fun begins mid of the game, when you started to realized that COD4 has become more of a cinematic shooter. Alur cerita, cinematic, pengenalan tokoh, dan masih banyak fitur lainnya yang membuat Call of Duty 4 ini berbeda dari seri-seri Call of Duty sebelumnya. Harus saya akui, COD4 made me hooked! Saya biasanya hanya bisa menyelesaikan game-game yang saya minati (well, do’h!) namun tidak mudah membuat saya ketagihan. Banyak game yang sepertinya menarik pada awalnya, namun cepat membuat bosen. COD4 adalah juga merupakan game pertama yang saya tamatkan di Xbox 360 Elite Falcon saya (caileh ndra, lengkap banget!)

Setelah menyelamatkan dunia di COD4, saya mencari game apa yang bakal dijadikan goal berikutnya.

More »

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Login